Laman

Minggu, 12 Juli 2015

Terlambat pulang

  cahaya bulan menerangi malam yang gelap, sunyi senyap tak nampak sebatang hidung berkeliaran di jalan ini. Yah ramadhan kali ini berbeda dengan ramadhan kemarin,  sanak saudara yang biasa 0,1 mm di dekatnya tidak dengan kali ini, sebenarnya ia ingin sekali pulang ke kampung halaman, tapi apadaya kali ini berbeda.

Selasa, 10 Februari 2015

Negri Atas Awan

Negri Atas Awan
Mt.prau 2 Desember 2014

            Ini perjalanan gue berkunjung ke negri atas awan (Dieng) yang ke 3 kalinya, enggak ada bosannya gue main kesini. Perjalanan kali ini sama teman baru yang gue kenal di perkuliahan, Galang dan Trijun. Mereka itu belum pernah naik gunung, so gue ajak mereka naik ke dieng tepatnya Mt.prau. Saking ngebetnya mereka maksa gue untuk nemenin main kesana (bohong), so gue yang udah pernah kesana oke-oke aja. Sebelumnya kita nentuin waktu terlebih dahulu. Runding-runding-runding samapi 3 hari 3 malam kagak tidur (ngayal) tanggal 1 Desember kita cabut kesana. Tak lupa prepare barang bawaan yang akan kita bawa, soalnya kita mau naik ke Mt.prau. salah satu hal yang harus bahkan ajib adalah persiapan mental, ini adalah “kunci sukses mendaki” gue omongin sama mereka, soalnya ini penting banget, but disana cuacanya super duper dingi abis, jadi gue bimbing duludeh (sok professional) mereka. Berhubung mereka belum punya peralatan gue kasih saran ke mereka buat pinjem Sb, dan matras. Soalnya nanti bakalan tidur di gunung beralaskan seklapis terpal yang tembus sampai ke tulang(pengalaman) jadi butuh penghaagat tubuh biar enggak kedinginan. Gue belum tau tempat persewaan alat camping di PURWOKERTO jadi gue searching di internet dulu (internet positif bro), setelah searching 3 video, (kagak beneran, cuma 5 video) gue nemuin nih tempat persewaan alat camping, then gue anter mereka ke tempat persewaan alat camping “FOURTEEN ADVENTURE”. Kita sewa matras sama Sb budget sewa SB @ 10000 and matras @ 2500 cukup mahal (murah maksudnya) untuk kantong anak kuliahan kaya kita. Setelah kita sewa peralatan konser kita pinjem, camping broo kita packing (hal yang paling gue suka) barang yang akan kita bawa. Berangkat dari basecamp (KONTRAKAN) sekitar jam 11.00 WIB, karena gue  belum ambil peralatan yang mau dibawa nanti ke atas, kita singgah dulu digubuk kecil ortu gue.  Then perjalanan ke negri atas awan.

            ± satu jam perjalanan kita sampai digubug ortu gue, kita istirahat dahulu. gue packing  peralatan, lalu kita makan ala kadarnya digubug ortu gue, ±  ½ jam kita istirahat digubug. then sekitar pukul 13.00 kita berangkat ke dieng menggunakan pesawat beroda dua (motor). Perjalanan dari gubug gue ke dieng sekitar 2jam perjalanan. Kita singgah terlebih dahulu di hotel merah putih wonosobo untuk mengisi bensin dahulu, lhooh, karena medan kali ini menanjak, perjalanan kita lanjutkan kembali,  Sebelum masuk tugu kawasan dieng plateu terdapat longsoran tanah yang membuat semua pengendara pesawat bermotor harus ekstra hati-hati karena rawan longsor, setelah mengantri bebrapa saat kita diperbolehkan jalan kembali sebaba jalan yang terkena longsor menutup sebagian jalan so jalan diberlakukan bergantian. Selang waktu ± 3 menit dari tugu masuk kawasan “DIENG PLATEU” kita tiba di basecamp pendakian gunung prau di desa patak banteng kec.kejajar kab wonosobo. Kita memarkirkan pesawat dulu, lalu menuju basecamp yang terletak dibelakang balai desa patak banteng. Pendaki yang datang cukup banyak terlihat dari parkiran pesawat yang cukup ramai walau cuaca waktu itu telah diguyur hujan. “BASECAMP” tempat para pendaki saling sapa dan saling berkenalan satu sama lain, hehe. Kita melihat beberapa pendaki yang sedang prepare untuk nanjak, ada juga yang sedang masak.

            Kita cek perlengkapan, gue bilang sama mereka “ kalo lo udah kagak kuat mending kita turun aja? “ soalnya mereka ini baru pertama kalinya nanjak. Finished cek perlengkapan, kita mendaftar pendakian, then pulang deh, lhooh. Next isi perut dulu di tempat biasa kalo gue naik ke Mt.prau. tapi gue kagak tau siapa nama pemilik warung makan yang biasa gue kunjungin. Kita mulai nanjak bada isya, pendakian dimulai Langkah demi langkah kita pijakan di anak tangga, nggak seperti biasanya jalan yang gue laluin, busyet ini tangga buat kaki  pegel dulu. Gue baru pernah lewat jalan ini, sekitar 20menit kita sampai di pos pertama dimana pendakian baru akan dilalui. Di pos itu kita harus nunjukin tiket pendakian yang tadi kita borong, beli di basecamp. Kita nunjukin tiket, oke perjalanan kita lnjutkan menuju pos 2 dimana jarak posnya lumayan jauh. Track menuju pos dua ini cukup licin sebab hari itu telah diguyur grimis, track menuju pos 2 lumayan nanjak dan samping kiri kanan adalah kebun milik penduduk. Sekitar 30 menit kita sampai di pos 2, kita break sebentar, untuk minum air so “jangan sampai dehidrasi” (takut hipotermia). Langkah kita lanjutakan kembali menuju pos 3, track menuju pos 3 ini lumayan landai tetapi sudah memasuki hutan, kerlap kerlip lampu kab. Wonosobo, Banjarnegara, dieng dan sekitarnya pada malam hari membuat semangat mendaki ini bangkit kembali, tak lupa senyuman dari gunung sindoro, sumbing yang tepat di samping gunung prau mebuat kita lebih semangat untuk mendaki.

Perjalanan menuju pos 3 sekitar 1 jam, sampai di pos 3 kita bertemu para pendaki lain yang sedang break juga. Tak lupa keramahan para pendaki gunung bila saling berpapasan saling sapa dan saling tukar nomor (ngayal) membuat suasana semakin hangat. Setelah membunag capek dan lelah di pos ini kita lanjutkan kembali perjalanan menuju pos 4 atau puncak gunung prau, tracknya cukup terjal dan lumyan licin. Waktu tempuh menuju pos 4 ini sekitar 45 menit, kita membantai track puncak ini denagan cepat, haha. Akhirnya kita sampai di pos 4 atau puncak gunung prau. Rasa uforia mendaki gunug itu sangat-sangat awesome, dimana kita bisa melihat pemandangan kota in the night, mengangumi ciptaanya, dan mengalahkan diri sendiri. Kita berkeliling di sekitar camp ground untuk mendirikan tenda. Sekitar 15 menit kita berkeliling camp ground akhirnya kita pulang, nglayur, menemukan tempat mendirikan tenda yang cukup terhalangi bukit untuk mendirikan tenda. Gue bongkar ransel gue untuk ngedirikan tenda, beberapa menit kemudian tanda berdiri, kita masukan barang-barang kedalam tanda.

Kita masak air (biar matang) buat jahe wangi guna menghangatkan badan, dan ditemani sedikit roti dan camila, lalu kita tidur untuk golden sunrise sindoro (prau kali) besok. Angin menrpa tenda kita cukup kencang membuat tenda kita bergetar dan suara angin membuat kita tidak bisa tidur, kita tidur berpelukan (jangan ngeres dulu, ini trik suku eskimo) dengan diselimuti sleeping bag. Pukul 4.50 WIB kita tebangun, kabut cukup tebal menyelimuti puncak prau, membuat sunrise kali ini harus terunda karena kabut yang cukup tebal dan cuaca ynag sedikit gerimis, membuat kita sedikit kecewa, tetapi tidak membuat paatah semangat kita. Kita tetap mengabaadikan moment di prau saat kabut tebal seperti ini. Minggu pagi kita jogging, secangkir susu dan mie menemani sarapan kita. Suhu di prau cukup dingin, samapai suhu  mins, hehe. Sekitar pukul 08.00 kita berkemas turun, karena cuaca cukup terang. Sebelum turun kita mengabadikan moment di gunung prau tak lupa kita membersihkan camp sekitar kita dan memungut sampah-sampah yang ditinggalkan para pendaki yang tidak bertanggungng jawab, karena “GUNUNG BUKAN TEMPAT SAMPAH” so kita peduli dengan sampah gunung, tetapi kita bukan pemulung, smapah-samaph yang berserakan kita masukan kedalam kantong trashbag yang kita temukan di campground “TRASHBAG COMMUNITY”.

Sampah yang berserakan kebanyakan adalah sampah plastic, padahal sampah ini adalah sampah yang paling lama untuk diurai oleh tanah, setelah memunguti sampah disekitar campground kita turun kebawah menuju basecamp pendakian. Jalan yang kita lalui masih sama, ketika kita melalui jalan yang sama ternyata jalannya sangat licin. So itu untungya mendaki dimalam hari jalan yang terlalu licin tidak tampak terlihat. Kita sangat berhati-hati untuk menapapki jalan. Ditengah pendakian kita melihat sesosok cewe bule yang sedang turun sendirian, kita sebenarnya ingi menyapa bule tersebut, tetapi nyali kita belum berani.perjalanan turun menurut gue lebih cepat, tidak lupa kita memunguti sampah yang kita lalui pada perjalanan turun 1.30 jam prjalanan untuk turun, samapi di basecamp kita menarauh sampah yang kita bawa di tempat pengumpulan sampah. Seperti biasa tempat pertama yang gue tuju adalah KM/WC tau kan apa tujun gue, hehe. Setelah istirahat beberapa jam dan gue njemur tenda yang kemarin malam basah terkena hujan, lalu kita packing untuk persiapan pulang. Seperti biasa gue ajak trijun, dan galang makan di warung yang bias ague datengin kalo ke prau. Finished mengisi perut kita bergegas pulang meuju PURWOKERTO, tak lupa kita mengabadikan moment dulu ditugu masuk kawasan dieng plateu. Perjalanan ke purokerto sekitar 3jam, dan kita singgah dulu digubug ortu gue.
Ini adalah pengalaman gue dan kawan baru yang gue kenal, dan gue ajak untuk nanjak ke prau. Pengalaman ini sungguh awesome, terimakasih kawan.


SALAM PETUALANG
SALAM RANSEL
SALAM ANGKUT
SALAM LESTARI
SALAM BACKPACKER

Minggu, 07 Desember 2014

Why you like Adventure?

Apa sih enaknya Adventure? menurut kalian apa enaknya Adventure? menurut gue sih ya  Adventure itu adalah sesuatu hal yang sangat eksklusif, so kita selalu mengagumi ciptaanya dan kita juga bisa belajar dari alam sana. ada sebuah hal yang enggak bakal lo dapet dari sekolah, atau kampus, "Pengalaman" kalo lo enggak pernah atau belum pernah "Petualngan" jangan bilang lo anak keren deh. So orang-orang keren itu adalh kita (Para Petualang Sejati). Dari petualangan itu kita bisa terapkan suatu hal yang kita dapat di alam sana untuk kita terapkan pada kehidupan sehari-hari. misalnya, air di sumur habis, tetangga juga habis, kita bisa manfaatkan plastik sama pohon untuk menampung air. pokoknya banyak deh hal bisa kita dapet dari berpetualang, jangan pernah ragu untuk berpetualang, cause Adventure is Fun.

"NO RISK, NO FUN" BAKAL ADVENTURE

Kamis, 04 Desember 2014

Adventure

ADVENTURE
salam lestari
salam ransel
salam angkut
salam semuanya.

siapa sih yang engak suka berpetualang? ini hobi gue berpetualang, dari kecil gue suka banget yang berhubungan sama petualangan, jalan-jalan, ngebolang pokoknya gue suka banget deh sama yang kaya gitu. dari kecil gue udah suka ngebolang, dari pulang sekolah sampai maghrib gue ngebolang bareng sama temen-temen gue.Banyak kenangan dulu waktu kecil ngebolang sama temen, dari berenang di salauran irigasi, main ke sawah, mancing ikan dikali, makan kepiting pepes, makaan jamur pepes, masangain jebakan biawak, climbing bebas air terjun sampai menembak burung sama ketapel, pokoknya seru banget deh. paling suka tuh sama kegiatan outdoor kaya gin gue. emang sih hobi kaya gini sedikit berbahaya tapi ini adalah salah satu pengalaman yang tidak terlupakan. Terkadang terdapat ilmu yang enggak bisa kita dapet di sekolah tapi bisa kita dapat dialam, jangan pernah berhenti untuk melangkahkan kakimu keujung dunia asalkan itu hal positif. sekian dulu ya postingan gue, salam petualangan.

LA21